Cara Menghindari Mainan Yang Berbahaya Untuk Anak

Kebanyakan orang tua akan selalu menjatuhkan pilihannya untuk membeli mainan anak dengan merek yang terkenal yang harga dan kualitas terbilang tinggi. Namun hal ini tidak cukup untuk menentukan mainan yang dipilih tersebut aman bagi anak. Sebagian mainan ternyata mengandung berbagai macam bahan berbahaya sebagai bahan dasar pembuatnya. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh anak karena zat-zat berbahaya bisa masuk ke dalam tubuh dan mengendap.

 

 

Zat berbahaya yang sering digunakan pada pembuatan mainan seperti zat timbale, merkuri, chromium, serta cadmium. Sebenarnya terdapat beberapa cara untuk mengantisipasi risiko itu kita perlu teliti dan memperhatikan beberapa kode yang bisa menujukan barang tersebut berbahaya atau tidak.

 

Perhatikan Label Kemasan Pada Mainan

Kita harus membiaskan diri untuk meneliti label pada kemasan mainan anak sebelum kita melakukan pembelian. Karena seperti pada label kemasan makanan, label kemasan mainan juga mengandung informasi yang sangat dibutuhkan orang tua untuk mencari tahu mengenai material atau bahan yang digunakan untuk pembuatan mainan anak.

 

Selain bahan dan material, dalam kemasan juga mencantumkan hal-hal penting sudah seharusnya selalu diperhatikan pada saat menggunakan mainan tersebut. Pada label kemasan juga mencantumkan kode usia, melalui kode usia tersebut kita dapat mengetahui apakah mainan tersebut cocok untuk anak usia berapa dan apakah anak kita bisa menggunakannya. Sehingga kita dapat  memilih mainan yang sesuai dengan usia anak.

 

Perhatikan Ciri Mainan Anak Kategori Aman

Terdapat berapa ciri yang harus diperhatikan sebelum membeli mainan, pastikan bahwa mainan anak yang kita pilih disebut sebagai mainan yang aman. Ciri mainan aman antara lain adalah mainan harus dapat dicuci termasuk dicuci dengan sabun, karena mainan yang dapat dicuci dapat membuat anak terhindar dari bakteri dan kuman yang menempel.

Ciri selanjutnya adalah tidak mudah dan patah, sangat berbahaya apabila mainan yang kita beli mudah pecah. Mainan yang mudah pecah biasnya terbuat dari bahan yang bila sudah pecah akan menjadi bagian-bagian kecil yang akan menjadikan risiko terluka pada anak.

 

Mainan harus memiliki tali yang ukurannya kurang dari 30 cm agar tidak bisa melilit leher anak ketika anak tidak hati-hati dalam memainkannya. Terakhir mainan yang dilengkapi dengan cat harus mainan yang telah tercantum kode yang menunjukkan bahwa bahan yang digunakan aman dari campuran logam dan bahan lainnya.

 

Cermati Ukuran dan Bentuk Mainan Anak

Mainan yang baik dan diperuntukkan bagi anak-anak seharusnya memiliki ukuran diameter paling kecil 3 cm dan panjang sekitar 6 cm. Hal ini bertujuan agar anak tidak bisa menelannya. Tahap ini sangat penting dikarenakan anak dengan usia batita masih sangat suka untuk memasukkan benda yang dipegangnya ke dalam mulutnya. Jika terjadi hal tersebut maka akan sangat membahayakan anak. Mainan yang ditelan  dapat tersangkut pada tenggorokan dan mengakibatkan anak kesulitan bernapas.

 

Ada Penutup Pada Baterai

Apabila mainan yang kita pilih untuk anak merupakan mainan yang harus didukung  menggunakan baterai, maka kita harus memastikan bahwa mainan tersebut punya tutup pada tempat baterai yang dapat dikunci dengan baik. Akan lebih baik lagi apabila penutup tersebut disertai dengan sekrup. Ini bertujuan agar anak tidak bisa membukanya dan mengeluarkan baterai dari tempat baterai. Baterai pada mainan anak mengandung zat yang berbahaya karena terbuat dari bahan kimia berbahaya.

 

 

 

Read Another Post :